Jumat, 29 April 2011
Antara Pengkaderan dan “Peran dan Fungsi Mahasiswa” (PFM)
Rabu, 06 April 2011
Antara Joget India dan Etika Polisi
Sabtu, 26 Maret 2011
Presiden independen dan implikasi pada kinerjanya, dibanding dari kalangan partai politik
Selasa, 22 Maret 2011
Sebuah Kritik Sosial Politik Terhadap Peran dan Fungsi Mahasiswa
(disadur dari KOMPAS 21 Maret 2011, oleh Indah Surya Wardhani- Litbang Kompas)

Peran dan kepedulian organisasi, kalangan muda, ataupun mahasiswa saat ini. (mulai dari kiri atas searah jarum jam, merah = memadai; orange = tidak memadai; kuning = tidak tahu / tidak jawab).
1. Penanganan dan perhatian kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
2. Pengontrolan kinerja lembaga legislatif (DPR).
3. Pengontrolan kinerja lembaga penegak hukum.
4. Pengontrolan kebijakan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Yakin atau tidakkah Anda organisasi pemuda dan kemahasiswaan mampu berperan sebagai pengawal upaya reformasi bangsa? (biru tua = yakin; biru muda = tidak yakin; putih = tidak tahu / tidak jawab).
Bisa jadi inilah era dimana kelumpuhan beroposisi benar benar berlangsung. Institusi negara, semacam DPR misalnya, yang berfungsi sebagai pengontrol jalannya pemerintahan makin sulit terharapkan. Hasil hasil survei opini publik kerap kali menyatakan hal demikian. Kepentingan individu, kelompok, ataupun partai politik membelenggu setiap upaya kritis pembongkaran penyalahgunaan jalannya pemerintahan.
Pada level masyarakat pun tidak kurang mengkhawatirkan. Kekuatan-kekuatan kelompok penekan (pressure group) semakin senyap. Memang, sempat berdengung kritik pedas sebagaimana yang diekspresikan para pemuka agama negeri ini beberapa waktu lalu. Namun, suatra keprihatinan tampaknya semakin meredup, sementara substansi yang diprihatinkan kian tak berbekas.
Diantara berbagai elemen kekuatan masyarakat yang ada, sebenarnya harapan tergantungkan pada kalangan muda, termasuk didalamnya mahasiswa. Sejarah membuktikan, kalangan muda dan mahasiswa kerap kali menjadi kekuatan penekan yang paling efektif pada masa-masa kekritisan politik berlangsung.
Namun, seberapa jauh kisah-kisah lampau itu dapat teruji kini? Pada saat tarikan magnet kekuasaan yang kini sedemikian kuat menjinakkan kekuatan oposisi, dapatkah terharapkan peran optimal kalangan muda?
Hasil pengumpulan opini publik kali ini mengungkapkan keraguan sekaligus keprihatinan publik terhadap eksistensi dan kepedulian kaum muda ataupun mahasiswa saat ini. Tidak kurang dari separuh bagian responden menilai bahwa kepedulian kalangan muda terhadap kondisi sosial masyarakat cenderung melemah.
Kalangan muda kini dinilai lebih sibuk menghadapi persoalan internalisasi nilai dalam dirinya sendiri. Sikap yang berorientasi pada diri sendiri menggerogoti kepekaan kalangan muda terhadap persoalan di sekitarnya. Penilaian ini diutarakan oleh sekitar 57% responden. Hanya 38% responden yang menyatakan sebaliknya. (lihat grafik)
Semakin berjarak dengan persoalan masyarakat, kalangan muda pun dinilai tidak luput dari stigma massa mengambang yang mudah diombang-ambingkan pengaruh pergaulan. Pada aspek lain, hampir 67% responden menilai bahwa gaya hidup kaum muda saat ini cenderung konsumtif.
Dengan perkataan lain, jika terhadap persoalan-persoalan masyarakat kepekaan kalangan muda kini diragukan, di dalam dirinya pun sebenarnya mereka tengah terjebak dalam beragam pragmatisme persoalan yang dihadapi.
Kegamangan posisi kalangan muda ini telihat pula dari peranan organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang tampak tidak bergairah dalam menyikapi dinamika saat ini.
Berdasarkan survei opini publik, satu dari dua responden menilai peranan organisasi mahasiswa, misalnya, tidak memadai dalam menyikapi sejumlah persoalan, terutama terkait fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah, lembaga eksekutif, dan penegakan hukum. Selain itu, organisasi juga dinilai kurang tanggap terhadap persoalan sosial, antara lain terkait penanggulangan dan penanganan bencana atau pendampingan masyarakat kecil. Di sisi lain, mereka juga merujuk kurang efektifnya para mantan aktivis pemuda dan mahasiswa kini berkiprah di lembaga negara, seperti DPR.
Apabila ditelususi, kritik terhadap kepedulian pemuda dan mahasiswa terhadap persoalan-persoalan sosial ini disampaikan secara luas oleh setiap kalangan. Baik mereka yang tergolong berusia muda maupun kalangan tua, dalam survei ini sama-sama memprihatinkan kiprah organisasi pemuda dan mahasiswa saat ini. Namun, kritik dari kalangan muda, terutama dari kelompok usia 30-40 tahun, terhadap kiprah organisasi mahasiswa dan pemuda saat ini terbilang lebih pedas. Penilaian ini tampaknya tidak terlepas dari situasi yang sempat mereka alami, era reformasi 1998 lalu, yang pada umumnya merupakan bagian dari generasi kelompok usia ini. Hampir separuh responden dari kelompok usia 30-40 menilai bahwa kiprah mahasiswa saat ini berbeda jauh dari kualitas sebelumnya.
Sekalipun kritik terhadap kepedulian pemuda dan mahasiswa tebal tergoreskan, toh tidak berarti pula publik menihilkan eksistensi kalangan muda dan mahasiswa pada masa mendatang. Dalam jajak pendapat ini, mayoritas responden meyakini bahwa mahasiswa masih berpotensi sebagai kekuatan moral yang mampu menekan setiap praktik penyalahgunaan kekuasaan pada masa mendatang, mengawal upaya pereformasian bangsa, pada saat berbagai elemen kekuatan politik yang lain tengah terbuai.
Minggu, 20 Maret 2011
Harga Minyak Dunia dan Dinamikanya di Indonesia
dengan harga minyak dunia hari ini (20 maret 2011) mencapai US$ 110.62/barrel, setelah sebelumnya mencapai titik tertinggi di US$ 116/barrel di akhir februari / awal maret. padahal, dalam 4 bulan terakhir, rata-rata harga minyak mentah "hanya" di titik US$ 97 atau US$ 98 / barrel (1)


harga minyak mentah dunia (dari Brent Crude Oil) selama sebulan dan tiga bulan terakhir
timbullah pertanyaan, "kenapa sih harga minyak dunia naik? padahal dalam memperolehnya kan minyak mentah itu diperoleh dari alam?" kenaikan harga minyak memang terkait banyak hal, diantaranya adalah permainan para spekulan minyak tingkat dunia yang sengaja mempermainkan harga minyak (2), adanya kerusakan di sarana infrastruktur yang mengganggu proses distribusi minyak tingkat dunia (3), dan yang paling terasa adalah karena konflik di timur tengah. negara-negara yang para warganya itu menuntut adanya demokrasi yang selama ini tidak didapat oleh penguasanya itu, mayoritas adalah produsen minyak tingkat dunia (4). sebut saja mesir, yordania, yaman, tunisia, aljazair, maroko, dan yang terakhir adalah libya adalah negeri yang dianugrahi tuhan berupa sumber daya alam, terutama minyak bumi, yang melimpah. tentu saja adanya konflik disini mengganggu stabilitas proses eksplorasi minyak di negara tersebut yang berimplikasi pada berkurangnya stok minyak dunia. apalagi dengan situasi terakhir (10 maret 2011) ketika pasukan loyalis khadafi meledakkan instalasi minyak di libya, hal ini mengakibatkan anjloknya ekspor minyak dari libya sampai 60% (5). sesuai dengan hukum ekonomi, apabila terjadi kelangkaan suatu kebutuhan maka harga kebutuhan tersebut akan meningkat.
dalam hal ini, saya ingin sedikit membahas tentang harga minyak di indonesia, terutama harga BBM di indonesia. seiring dengan kenaikan harga minyak dunia, tentu saja pemerintah indonesia harus "menyesuaikan" (baca : menaikkan) harga BBM agar tidak terjadi defisit anggaran negara. setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar US$ 1/barrel, pemerintah menanggung beban subsidi sebesar Rp 0.8 triliun (6). bisa dibayangkan jika harga minyak dunia terus melonjak, berapa banyak dana yang harus dikeluarkan pemerintah untuk men-subsidi BBM. padahal kita semua tahu, masih banyak lagi kebutuhan negara ini selain untuk subsidi BBM saja. sebut saja masalah pendidikan, pemukiman kumuh, pengangguran, keshatan masyarakat, yang mana kurang menjadi perhatian pemerintah. permasalahannya klasik, karena tidak ada biaya. padahal trilyunan dikeluarkan pemerintah untuk mensubsidi BBM. maka dari itu untuk mengatasi persoalan ini pemerintah sudah menyiapkan tiga opsi tentang terkait dengan kenaikan harga minyak dunia, yaitu : menaikkan harga BBM bersubsidi Rp 500 per liter, mengalihkan mengalihkan semua penggunaan bensin premium kendaraan pribadi ke pertamax serta penjatahan konsumsi premium menggunakan sistem kendali (7). tapi ternyata, hingga saat ini, pemerintah malah memilih opsi keempat, yaitu TIDAK MELAKUKAN APA APA! harga BBM subsidi tidak naik, kendaraan pribadi masih banyak yang memakai premium, serta tidak dilakukannya penjatahan konsumsi premium menggunakan sistem kendali.
sebagai seorang mahasiswa dan seorang warga negara yang berhak untuk mengkritisi kebijakan pemerintah, saya berpendapat tiada salahnya pemerintah mengurangi subsidi yang diberikan untuk BBM bersubsidi (baca : premium). dengan mengurangi subsidi sebesar semisal 500 rupiah saja, berapa banyak pengeluaran negara yang bisa dihemat.
terkait pro dan kontra akan kenaikan harga BBM, kenaikan harga BBM walaupun cuma sedikit tapi bisa berimplikasi pada banyak hal. misalnya berimplikasi pada kenaikan harga sembako, dan barang2 lainnya. kenaikan itu pastinya akan menyakiti rakyat kecil dan yang berpenghasilan pas pasan. selain itu dengan kenaikan harga tersebut, akan terjadi ketidakstabilan sosial, seperti adanya demo dimana mana menuntut turunnya harga BBM.
disamping semua itu, sisi positif dari kenaikan harga BBM adalah tentu saja penghematan dari anggaran negara. kalau kita tinjau baik-baik, sebenarnya harga premium itu jauh dibawah harga minyak dunia karena disubsidi pemerintah. sebenarnya, harga jual BBM yang layak, setelah ditambah dengan biaya pengolahan, dan biaya akomodasi lainnya adalah harga pertamax dan pertamax plus, bukan harga premium karena harga pertamax dan pertamax plus itu mengikuti fluktuasi harga minyak dunia, dan setiap tanggal 1 dan 15 tiap bulannya mengalami penyesuaian harga (8)
sisi positif lainnya adalah, jika kita lihat dari dinamika kehidupan di kota-kota besar, kita tidak asing dengan yang namanya kemacetan. misalnya, di jakarta, pemerintah daerah sudah membuat peraturan untuk mengatasi problem kemacetan, mulai dari zona 3in1, busway, dan banyaknya alternatif transportasi umum. tapi apa yang terjadi? masyarakat tetap saja menggunakan kendaraan pribadinya. apalagi, semakin banyak kendaraan di jalanan, akan mengakibatkan semakin banyak emisi yang dikeluarkan (yang akan meningkatkan taraf polusi di jakarta). jakarta sudah panas dan semrawut, makin ditambah saja dengan polusi dimana mana.
kemacetan parah!
polusi di jakarta!
* mengurangi kemacetan. masalah klasik di berbagai kota besar, terutama di ibukota, akan sedikit terselesaikan. setelah pemerintah membuat berbagai kebijakan yang ternyata tidak secara signifikan mengurangi kemacetan, mungkin menaikkan harga BBM bersubsidi bisa menjadi alternatif.
* mengurangi polusi. jakarta yang merupakan kota dengan tingkat polusi terparah ketiga sedunia (9), apa anda tidak malu punya ibukota seperti itu?
* mensejahterakan rakyat. ini mungkin sebuah kontradiksi dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. tapi dengan harga BBM naik, dengan masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi, tentu ini memperbesar pintu rejeki bagi orang yang berkutat di jalanan. sebagai contoh, sopir angkutan umum dan stafnya, pedagang asongan, dan lain sebagainya pasti akan memperoleh penghasilan yang lebih besar seiring semakin banyaknya orang yang menggunakan moda transportasi umum
opini saya adalah : sesuai dengan opsi pertama diantara tiga opsi yang diajukan pada pemerintah, yaitu kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 500 / liter, dengan pemberian cashback bagi angkutan umum. pemberian cashback ini ditujukan agar meminimalisir terjadinya ketidak stabilan harga kebutuhan pokok juga meminimalisir terjadinya gejolak sosial di masyarakat.
sumber:
(1) Brent Crude Oil, "http://www.oil-price.net/"
(2) "http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&view=article&id=191%3At-boone-pickens-penyebab-naiknya-harga-minyak-dunia&catid=19%3Akabar&Itemid=37"
(3) "http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/11/01/10/157545-inilah-penyebab-harga-minyak-dunia-naik"
(4) "http://aveliansyah.wordpress.com/2011/02/26/konflik-timur-tengah-dan-krisis-minyak-dunia/"
(5) "http://international.okezone.com/read/2011/03/10/412/433306/pasukan-pro-khadafi-ledakkan-instalasi-minyak-libya"
(6) Kompas, 7 Maret 2011
(7) "http://republika.co.id:8080/koran/0/130529/Tiga_Opsi_BBM_Siap_Dipilih"
(8) Suara Anda - Metro TV, 7 atau 8 Maret 2011
(9) "http://portal.antaranews.com/berita/157508/polusi-jakarta-terburuk-ketiga-di-dunia"
IQBAL AKHMAD GHUFRON
Civitas Akademika ITS, Mahasiswa Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
